lebaran11

Menginspirasi dengan Perkataan dan Perbuatan

Siang ini saya bertemu dengan seorang adek kelas saya. ngobrol-ngobrol, dia sharing tentang perubahan demi perubahan yang di alami setelah mulai rajin mengkaji agama. dulunya dia hanya beranggapan ngaji hanya sebatas ngaji, belajar hanya sebatas ta’lim. tidak ada kaitannya dengan perilaku sehari-hari,  akhirnya kelakuan tidak sama dengan yang dia tahu dari hasi belajarnya.

setelah dia mulai rajin mengkaji agama, dia sadar seharusnya apa yang dipelajari harus sesuai dengan perbuatan. jika tahu suatu itu wajib maka dikerjakan, jika tahu sesuatu itu tidak boleh maka ditinggalkan, jika tahu sesuatu itu hal yang boleh-boleh saja, maka kita memilih mana yang lebih bermanfaat atau tinggalkan.

Saya langsung tertegun merenungi perkataannya. perihal apa yang kita ketahui dan apa yang kita sampaikan.

Pengamalan apa yang kita ketahui

seiring pembelajaran dalam hidup kita,  banyak hal yang kita ketahui namun tidak jarang kesadaran untuk mengamalkan tidak ada.

Penyampaian apa yang kita ketahui

menyampaikan dan berbagi dengan orang lain bisa saja dengan mudah kita lakukan. contohnya saat kita berselancar didunia internet, kita menemukan kata-kata yang inspiratif, dengan secara sadar kita sharing kata-kata itu baik secara lisan langsung, lewat media seperti twitter, facebook dll. karena kita ingin meninspirasi orang lain juga.

Saya beranggapan perkataan-perkataan itu gambaran dari kualitas diri seseorang. selidik-selidik, ternyata perkataan itu malah bisa membuat seseorang itu hina. seorang presiden yang mengobral janji bisa sangat menjadi buruk dimata rakyat karena tidak menepati janjinya, misalnya. ternyata perkataan atau apa yang kita sampaikan serat dengan apa yang kita lakukan. itu menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan, Allah juga membenci orang-orang yang berkata sedangkan ia tidak melakukannya.

Menuntut ilmu itu kewajiban bagi siapa saja, seorang profesor sekalipun masih wajib menuntut ilmu.

Bila kita seorang Pembelajar, inilah hal-hal yang tidak boleh kita pisahkan agar apa yang kita pelajari bermanfaat bagi diri kita dan bagi orang lain (memberi inspirasi).

Menuntut ilmu itu untuk diamalkan dan disampaikan lagi kepada orang lain.

Jika kita hanya menimba ilmu dan menyampaikannya pada orang lain, bisa saja kita menjadi hina akibat apa yang kita sampaikan, karena kita sendiri tidak mengamalkannya. Ibarat lilin yang membakar diri untuk menerangi orang lain.

hanya menunut ilmu dan mengamalkan juga sama, selain dapat dosa, itu malah tidak memberikan manfaat kepada orang lain,. Padahal sebaik-baiknya manusia adalah orang yang memberikan manfaat kepada orang lain. tentu kita ingin menjadi manusia yang baik. he3x🙂

Mengamalkan dan menyampaikan pun sama, lah apa nanti yang di sampaikan dan diamalkan jika tidak tahu apa yang diamalkan dan disampaikan karena tidak belajar.

Intinya ketiga unsur  tidak boleh di pisahkan. Sure !!!

Mari menjadikan apa yang kita sampaikan dan apa yang kita lakukan menjadi inspirasi dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Tinggalkan Jawaban

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s