PD Dong jadi Pemuda Muslim

Pasti temen-temen semua pernah terpikir kalo jadi remaja atau pemuda muslim itu nora, cupu, gak gaul, “gak ngikuti trend”. Kebayang kalo kemana-mana pake baju kokok, pake peci, kalo gak pake sarung ya pake celana ngatung. Kayaknya gimana gitu. karena yang terpikirkan saat itu, temen-temen berada ditempat yang mayoritas orang-orangnya tidak berpenampilan seperti yang temen-temen bayangkan. Jadinya galau kalo harus jadi minoritas. Belum lagi kalo pemuda muslim itu tidak hanya dilihat dari penampilan, terlebih juga sikap, ucapan, prilaku, keputusan yang diambil semuanya harus syar’ie alias islami. Sesuai dengan ketentuan syari’at. Tambah galau aja dah. J

Padahal sebagai calon pengemban dakwah dan pejuang islam yang militan, hal seperti itu mestinya bukanlah masalah lagi. selain keharusan yang bersifat individual, juga bisa menambah trust (kepercayaan) sebagai pemuda muslim sekaligus pejuang. Kan gak lucu kalo penampilan kaya preman pasar, ngomongin masalah Islam. Wong penampilannya kaya Ustadz aja masih diremehkan, apalagi….?

Tapi kalo dari temen-temen ada yang masalalu nya kelam, bebas tanpa aturan, bragajul kagak karuan.  Pola menjadi seorang pemuda muslim yang syar’ie bisa dijadikan testimoni,. Yupz, bisa. sampein ke para pemuda yang masih belum tercerahkan, kalo taat syari’at itu membawa rahmat, hidup kita jadi tenang, nyaman dan berkat. Iya kan. Jangan obat aja yang ada testimoninya, ini juga harus ada. J

Gimana supaya PD and stay cool…

Melihat realita yang tertulis diatas, dimana pemuda muslim masih menjadi minoritas, walaupun faktanya penduduk muslim di Indonesia adalah mayoritas. Mungkin ada kali ya, rasa minder alias gak PD, kampungan gitu deh.

Sebelumnya kita mesti sama-sama tahu kenapa sih pemuda muslim saat ini yang semestinya menjadi generasi islam yang tangguh malah kayaknya kok jauh ya dari ketentuan-ketentuan Islam.

Ini disebabkan pengaruh budaya barat yang sama sekali sangat tidak berkelas, apalagi sampai dikatakan berkualitas. Membuat generasi muda islam kelewat batas, sampai-samapai asing dengan kewajiban terapkan syari’at, apalagi memperjuangkannya supaya selamat, orang-orangnya juga susah taat. Ditambah lagi mereka tidak mengerti tentang Hadhoroh (produk yang muncul dari aqidah tertentu) dan Madaniyah (produk yang muncul dari pengetahuan), jadi mereka tidak tahu mana yang boleh diambil dan mana yang tidak. Temen-temen semua juga pasti sudah lebih paham tentang Hadhoroh dan Madaniyah.

Tapi temen-temen pemuda muslim sekalian insyaAllah orang-orang cerdas pilihan, karena tahu dan sadar mana budaya aturan yang berkualitas dan mana yang tidak. Sehingga lebih memilih Islam yang jelas dari Allah tuhan semesta alam.

  • Kenali Diri

Mengenali diri sendiri itu penting. Proses beriman saja bermula dari kesadaran seseorang tentang tiga pertanyaan mendasar, perihal dari mana asal kita, ada dimana kita, dan mau kemana setelahnya. Menuju kesuksesan saja berawal dari kenali diri. Lah iya, bagaimana kita mau melejitkan potensi kalo tidak tahu potensinya apa, yang bisa dilakukan itu apa saja. (“,]

Manusia itu ciptaan yang paling sempurna dibandingkan dengan ciptaan yang lainnya. Malaikat saja diperintahkan untuk tunduk memberi hormat kepada Adam as. Artinya Kita lebih mulia dari yang lain. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat At-tiin: 4. Bahwasanya Allah itu menciptakan kita dalam sebaik-baiknya bentuk. Intinya potensi kita sangat luar biasa. Apa yang pernah dicapai oleh orang-orang yang sukses dalam dakwah seperti Nabi saw dan para sahabat, kita bisa saja melakoninya. Karena pada dasarnya sama-sama manusia. Satu hal yang lebih penting dari bahasan kali ini adalah dengan mengenali diri dan potensi yang kita miliki, kita bisa saja menjadi mulia dan bisa saja menjadi terhina bahkan lebih hina dari hewan sekalipun.

Sebagai pemuda islam yang cerdas sepantasnya memiliki pandangan kebalikan dari sebelumnya, yaitu minder jadi minoritas menjadi Bangga jadi minoritas. Lah iya, yang seharusnya minderkan bukan kita. Bangga dong kita dari sekian banyak orang yang memiliki potensi yang sama, kita punya kesempatan untuk mencerahkan, yang bisa membuat kita mulia dihadapan Allah. Jiah, jadi deh sang Pencerah. J

  • Terima diri

Dengan mengenali diri, kita bisa saja mulia jika Menerima diri dengan benar. Orang yang Allah katakan terhina mungkin saja mengenali dirinya, tapi tidak menerima dirinya dengan benar. Terima diri artinya kita bersyukur karena Allah ciptakan dengan sempurna dan membekali kita dengan seabreg potensi. Bersyukur itu tidak hanya dengan ucapan alias berucap Alhamdulillah semata, sebagaimana yang kita ketahui bersyukur itu harus terealisasi dengan sikap dan perbuatan. Sikapnya stay cool, karena bersyukur. dan perbuatannya sesuai dengan syara’ karena kita sudah menerima. Lah iya kan, orang bersyukur itu pasti tetep cool, karena syukur itu ketenangan, akan terasa nikmat karena nikmatnya terus berlipat.

Jangan seperti Abu jahal, dia kenali Nabi saw sebagai utusan Allah tapi dia tidak menerimanya. Kalo bahasa kitanya kurang lebih Abu jahal bergumam seperti ini: “Aku tahu dia jujur, Aku percaya dia itu Rosul. Tapi… Aku kan pembesar arab, kalo aku terima nanti posisi ku tergantikan”. Jangan banyak tapinya, Iya sih kita mesti taat, tapi… (kalo banyak tapi-nya berarti Abu jahl). So, terima diri kita dengan benar. Kalo sudah menerima gak bakal minder, yang ada Bangga. J

  • Tingkatkan Diri

Setelah Kenali diri dan Terima diri, mestinya sebagai pemuda muslim Bangga dan PD, dan Tingkatkan diri ini sudah ada pada ke PD an yang semestinya. Kita Bangga di ciptakan lebih sempurna dari yang lainnya, dan kita juga bersyukur dalam keadaan beriman, sehingga tidak sombong dengan potensi yang ada.

Dengan mengenali diri dan terima diri, sudah barang tentu kita akan dengan senang hati taat ama syari’at, bukan malah minder. Oleh karenanya, mari kita tingkatkan diri, tingkatkan kualitas dakwah kita. Supaya kita bisa merubah kondisi sekarang ini, dari tidak taat menjadi taat. Sebagaimana Firman Allah bahwasanya; “Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka mengubah dirinya sendiri…” (QS: Ar-Ra’du: 11).

Jika temen-temen pemuda muslim semua yakin kalau Islam dan syari’at nya itu akan tegak kembali tidak perlu kita perjuangkan. Maka temen-temen semua benar. Kita berdakwah atau tidak, Islam akan tetap tegak. Karena itu Janji Allah. Tapi Allah akan mempertanyakan peran kita, apa saja yang telah kita lakukan untuk kemengan Islam. So, Semangat, Stay cool, tak perlu minder apalagi mundur.

dimuat di Buletin Karisma, edisi ke V, 13 April 2012

3 thoughts on “PD Dong jadi Pemuda Muslim

Tinggalkan Jawaban

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s