gombal (1)

Gaul pria dan wanita

Gaul sehari-hari takan lepas dari yang namanya “Interaksi”, Mahrom ataupun Non mahrom, pria atau wanita, entah itu individual or kelompok.  di tempat kerja, di rumah, di kampung, di kampus dan dimana saja.🙂

Dalam islam hubungan pria dan wanita itu dibatasi, tidak liar kaya zebra.😀 kenapa? karena manusia itu memiliki gharizah nau’ (naluri melestarikan diri). so dalam hubungan keduanya akan menimbulkan rangsangan sexual sama halnya hewan. \m/

Rangsangan itu bisa timbul dari memandang, dari interaksi, dari bayangan/hayalan dll,. walaupun rangsangan itu tidak tiba-tiba ON, alias tiba-tiba rangsangan sexual nya keluar, cowok liat cewek tiba-tiba langsung bertanduk. untuk menghindari fitnah itu maka ada aturan mainnya.🙂

Dari sinilah muncul banyak problem yang memerlukan aturan-aturan tertentu. ini karena Allah sayang kepada Kita. bukannya membatasi atau menghalangi kita untuk memenuhi kebutuhan naluri. (y)

Biasanya yang menjadi masalah itu dalam hal Ikhtilath (campur baur) yang didalam-nya ada Ijtima’ (berkumpul), Ittishol (menyambung/komunikasi) atau ‘alaqoh (berbagai interaksi yang timbul dari ijtima’)

Ikhtilath (campur baur)

Ikhtilath itu bertemunya pria dan wanita di suatu tempat secara bercampur baur dan terjadi interaksi antara keduanya. dalam hal ini ada dua kriteria:

> Adanya pertemuan (ijtima’) antara pria dan wanita non mahrom di tempat yg sama. Misalkan; Bus/Angkot yg sama, Gerbong KRL yg sama. dll.

> Adanya ‘alaqoh atau terjadi Interaksi (ittishal) antara pria dan wanita non mahrom. Misal; kenalan, bersentuhan, berdesakan, dll.

Jadi kalo ada pria dan wanita duduk berdampingan di bus angkutan umum, tapi tidak terjadi interaksi apa-apa. maka itu tidak termasuk ikhtilath. alias boleh-boleh saja.

Kenapa Ikhtilath tidak boleh, sebab kata rasul itu jalan yg memudahkan terjadinya kemaksiatan.

Sesungguhnya ikhtilat adalah jalan yang memudahkan terjadinya berbagai kemaksiatan. Antara lain : (1) terjadinya khalwat, yaitu laki-laki yang berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Sabda Rasulullah SAW,”Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan, karena yang ketiganya adalah syaitan.” (HR Ahmad)

Hukum asalnya komunitas pria dan wanita itu terpisah. sebagaimana dicontohkan pada kehidupan Islam saat di Madinah.
Repot yah.. apalagi bagi yg ngampus, mesti ini, mesti itu yg terkadang mengharuskan terjadinya interaksi dengan non mahrom.

Eitth.. Be calm. ada pengecualian kok. nanti di bahas terakhir yah, setelah pembahasan Khalwat.
Sekilas deh, penjelasannya; Ada juga hadits yg menceritakan pria dan wanita berkumpul. seperti dlm shalat jamaah, tapi wanita tetep dibelakang jamaah pria. |wanita ikut mendengar khutbah jumat, shalat ‘iedain, dan ada juga wanita yg ikut berjihad.

Dari Ummu ‘Athiyah berkata,”Aku pernah berperang bersama Rasulullah saw sebanyak tujuh kali peperangan. Aku berada di bagian belakang saat berjalan, aku mempersiapkan makanan bagi mereka, mengobati yang terluka dan membantu yang sakit.” (HR. Muslim).

Itu menunjukan boleh, dengan aturan-aturan yang khas (tertentu/islami). wanita juga berperan dalam kehidupan seosial, dakwah. Seperti dalam surat at-taubah : 71).

> Khalwat (Beduaan)

Khalwat ini biasanya menjadi inti dalam pacaran. jadi kalo pacaran gak khalwat belum disebut pacaran. Eh..😀

Khalwat itu sederhananya gini; Pria dan Wanita non mahrom berdua-duaan di suatu tempat yang sepi. tidak ada orang lain yang melihat.

Gak ada orang lain ini mencakup:
1. Gak ada orang lain samasekali.
2. Ada orang lain yang melihat, tapi yang melihat tidak mendengar obrolan mereka.

Lah, berarti makan berdua, balik bareng sama temen yg non mahrom udah termasuk khalwat dong. Yupzz -_-

Nih, Kata Nabi SAW; Khalwat itu tidak boleh, karena ada setan yang menemani. khawatirnya terperdaya ama gombalan setan.

Barangsiapa yg beriman kpd Allah dan hari akhir. Maka jgn lah Ia berkhalwat dgn seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, Karena setan menjadi yg ketiga diantara mereka berdua.” (H.R. Ahmad)

Jelas yah… Saya Good bye to Khalwat🙂

Intinya sih Kita saling menjaga kehormatan🙂

Berkomitmen untuk senantiasa menjaga pandangan dari kedua belah pihak. Tidak melihat aurat, tidak memandangnya dengan syahwat, tidak melamakan pandangan tanpa suatu keperluan.  (takut timbul fitnah)

Para wanitanya komitmen dengan pakaian yang sesuai syari’ah serta menjaga malu. tidak Tabarruj. Tidak bersentuhan.

Komitmen dengan Adab-adab (akhlak) Islam.

Sebelum beranjak kepada pengecualian atau mana saja interaksi yg diperbolehkan. Lets we see the fact. !!!

Lihat saja fakta saat ini, dimana pria dan wanita bebas berinteraksi, bebas berkumpul, bercampur baur hanya sekedar untuk berhura-hura, atau  hanya sekedar kumpul biasa, ngobrol biasa, tanpa mengkhawatirkan akibat dari ikhtilath atau  halwat itu sendiri. Mereka mengikuti budaya barat yang jelas-jelas tidak  mengindahkan halal-haram.

seperti pada saat saya SMP dan SMA, memang pada saat itu saya GAK ECREG,, pelulusan langsung maen ke pantai, mandi bareng temen2 gabung cowok sama cewek, yang penting asyik. kan waktu itu gak ngerti dan gak nyadar. itu akibat sistem yang bukan berasal dari islam, dan terpengaruh oleh budaya-budaya sekuler, Kapitalisme, Liberalisme, freedom, Hedonisme dsb (dan saya bingung).🙂

Oh ya sebelum lupa… bagaimana dengan kasus yg kayak gini?

SMS-an, chatingan, telponan sama lawan jenis yang bukan mahram, aktifitas ini juga dilakukan berdua-duaan.
Apakah masih termasuk Khalwat?
Oh,, tentu tidak, aktifitas ini dilakukan melalui media elektronik, internet atau Tlp/Hp dan tidak bertemu. yang disebutkan khalwat hanya jika berdua-duan disuatu tempat dan tentunya bertemu. Hal seperti itu boleh asalkan sebatas pada hal yang perlu dan tidak menimbulkan fitnah serta syahwat. berarti tergantung konteks dan isisnya.🙂 [bukan malah jadi modus]

Contoh hal yg tidak perlu dan tidak syar’i ;

Non mahrom jalan bareng pergi ke pengajian berdua, caw ke mesjid berdua. tak boleh itu, Modus !!

SMS; Lagi apa? Udah mamam belum?
semangat yaaa🙂
Halaaaah.. Modus ituh. Pengalaman.😛

Prinsipnya selama ada sesuatu yg mau gak mau dan mengharuskan kita u/ interaksi. Boleh selama Perlu dan Syar’i.

Ada beberapa kategori yg diperbolehkan.

Saat muamalah. seperti saat jual beli. (cewe & cowo). yg mengharuskan kita u/ interaksi.

Dalam hal pendidikan. cewe-cowo boleh interaksi. misal tanya-tanya, minjem buku. asal tidak di jadiin modus.😀

Dalam masalah kesehatan. Dokter sama pasien non mahrom boleh interaksi.. selama masih dalam hal yg di boleh kan. seperti tadi yah. Perlu dan mau gak mau harus. yg syar’i deh pokok nya mah.

Dalam masalah sosial.. Pemerintahan ato perkara dakwah.. Boleh berintreraksi.

Prinsipnya seperti yang sudah saya sebutkankan. Saling menjaga kehormatan, maka setiap ada keperluan yang syar’i, komunikasi diperbolehkan.

Semua yg dibolehin ini hanya dalam masalah Ikhtilath. tidak ada toleran dalam khalwat.

Khalwat juga ada sih yang diperbolehkan, tapi dengan yang sudah mahrom.😛
hehehe

5 thoughts on “Gaul pria dan wanita

  1. Terimakasih Ust… harapannya bikin tulisan atau artikel dalam bentuk pdf atau word, kemudian di upload agar bisa di download..
    dalam bahasan yang lebih luas lagi.
    Syukron.

Tinggalkan Jawaban

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s