gombal (1)

Emang ada Pacaran islami ??

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan yang lainnya, sebagaimana dalam surat At-tiin: 4;

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (At-tiin:4).

Sebaik-baiknya manusia, tetep Allah akan tempatkan dia pada serendah-rendahnya tempat (neraka), Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal Shaleh. (lanjutan ayat at-tiin: 4). Huh… Untung ada kecuali-nya. Konon katanya orang indonesia ini selalu untung, apa-apa untung… Jatuh sedikit, jawabnya untung gak kenapa-napa,, rakyat ada yang kismin, kata pemerintah masih untung bisa hidup,, Masya Allah,, masih untung juga.. Ada pelecehan sexual diangkutan umum, jawabnya Untung bukan saya korbannya.😀

Yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah Akal, selain punya Naluri atau insting. Hewan bertindak berdasarkan instingnya, Kucing gak pernah ketika mau makan mikir-mikir dulu ini halal atau kagak, sebab kucing tidak punya akal dan berbuat sesuai instingnya.

Naluri itu pendorong perbuatan manusia, dan peran Akal adalah untuk menimbang-nimbang baik atau tidaknya. yang muncul dari naluri itu tidak dosa, karena itu sudah fitrah kita, jika sudah menimbulkan perbuatan, disinilah adanya peran akal, dan setiap yang melibatkan akal maka terikat dengan Hukum Syara’, tidak bisa manusia buat aturan sendiri dengan akalnya, karena manusia itu lemah dan terbatas.

Hukum asal perbuatan terikat dengan Hukum Syara’

 Adakah Pacaran Islami ?

Pacaran itu aktifitas yang terdorong oleh rasa suka, Rasa suka ini naluri, Fitrah kita sebagai manusia. Maka aktifitas nya inilah yang menjadi permasalah apakah boleh atau tidak?

Allah berfirman:
“janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan jalan yang jelek.” (Al-Isro:32)

Apapun yang bisa menghantarkan kita kepada perbuatan zina itu jelas tidak boleh, dalam bentuk apapun. Termasuk pacaran. Sudah biasa, setiap pacaran itu ada aktifitas yang sudah familiar di telinga kita yaitu galau, berantem, kangen, sms-an, telponan, dan ketemuan yang sudah pasti akan menimbulkan rangsangan.

Barangkali yang dimaksud dengan pacaran islami itu Pacaran yang diawali dengan bismillah dan diakhiri dengan hamdallah. atau mungkin tempatnya di mesjid di bawah bedug.

Walaaaah. gak ada pacaran yang islami. Coba deh kaji ulang bagaimana interaksi antara wanita dan laki-laki. batas apa saja yang diperbolehkan dan tidak di perbolehkan.

Insya Allah postingan selanjutnya tentang interaksi wanita dan laki-laki yang bukan mahrom.

10 thoughts on “Emang ada Pacaran islami ??

  1. Jangan liat siapa orang yang pacaran.. Misal ada anak santri atau mesjid pacaran.. klaimnya pacaran islami.. Mentang-mentang anak santri yang pacaran, disebut pacaran Islami? Jelas kagak, Interaksi Laki-Laki dan perempuan itu terbatas. hanya diperbolehkan yang bersifat Syar’i dan suatu keperluan, itupun yang tidak melanggar hukum syara’..
    yang diperbolehkan adalah dalam pendidikan, kesehatan, muamalah, dalam perkara yg penting seperti politik (mengurusi urusan umat).. dan itupun harus terjauh dari yang berbau fitnah… hehehe

    ada juga yang ada aturan nya, seperti Ijtima’ (bercampur baur laki-laki dan perempuan), Ikhtilath (berdua-duaan ditempat yang jauh dari keramaian) dan lain-lain…
    Eh, maaf,, Berdua-duaan itu boleh, asalkan sepasang SUAMI dan ISTRI… hehehe🙂

  2. assalamualaikum
    mo tanya
    1. klo misal ud jd suami istri trus salah satu pihak mulai kliatan aslinya(negatif) dan timbul penyesalan antara salah satu pihak bagaimana?
    2. ap mmg ga bner 2 manusia lawan jenis bersamaan?
    tidak melakukan tindakan diluar ajaran islam…

    1. 1. pacaran juga tidak menjamin keharmonisan dlm rumahtangga, malahan ketika pacaran lebih banyak JAIM nya daripada jujur (sama sikap aslinya).
      maka’y pada saat ta’aruf (pasca khitbah) itu semua’y silahkan saling menjelaskan satusamalain. bahkan hal yg bersifat sangat pribadi pun boleh ditanyakan kalo perlu. setelah ta’aruf kalo cocok, lanjut ke pernikahan. kalo belum cocok ya ale-ale (coba lagi).🙂 kalo sudah merasa saling cocok, berarti semua’y sudah siap untuk saling menerima. *note: pd saat ta’aruf pun belum boleh ikhtilath (berdua-duaan).
      2. kalo tidak maksiat ya tidak dilarang.. Tugas kita mencari tahu mana batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan.
      Wallau a’lam..

Tinggalkan Jawaban

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s