Menjaga Lisan

respon1

Mulut mu punya mu, jaga dengan sebaik-baiknya. hehe

Salamatul insan fie hifdzil lisan. Keselamatan manusia itu bergantung pada lisannya.

Menjaga itu mempergunakan sesuatu tetap sesuai dengan koridornya.

Menjaga lisan itu bukan diam. tidak berkata apa-apa alias seperlunya saja. memang tidak salah, hal itu bisa menjaga atau menjauhkan kita dari hal-hal buruk  yang di akibatkan oleh lisan kita.

Diam itu bijaksana, tapi sedikit yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban)

Sering di artikan bahwa menjaga lisan itu tidak berkata kasar, tidak berkata jorok dan hal buruk lainnya. alias kita berkata sopan,berkata baik, dsb. memang benar. hehehe

Menjaga lisan itu seperti yang saya katakan sebelumnya, yaitu mempergunakannya tetap sesuai pada koridornya. Bagaimana islam mengajarkan agar menyampaikan kebaikan (menyeru kepada kebaikan) dan Mencegah kemunkaran.

Jadi berkata baik dan tidak berkata buruk itu tidak hanya sebatas Akhlak saja. melainkan pada setiap ranah kehidupan, kita mesti ideologis, karena Islam memang Ideologi.

Berkata baik; kita berdakwah, melakukan aktifitas Nahi Munkar, tidak berkata-kata buruk.

Mari menjaga lisan, mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. mempergunakannya di jalan Allah dan karena Allah. untuk membela dan memperjuangkan Syari’at Allah. :-)

Tips bila ingin menjadi baik

dakwah-islam

Jika kita ingin menjadi pribadi yang baik, serukanlah kebaikan, sambil kita terus menjadi baik. Tidak perlu Nunggu kita baik dulu baru mau nyampein kebaikan.

Ibarat jika ada dua kebutuhan, maka kita tidak memilih satu-satu, melainkan pilih keduanya, kita butuh makan, kita butuh rumah, pilih mana? pilih keduanya.

Kenapa mesti menyerukan kebaikan? justru dengan kita seperti itu kita akan terpicu untuk menjadi baik. iya kan. Ya ia,, masa kita nyuruh berbuat baik, nyuruh taat syari’at sama orang lain, tapi kita sendiri Tidak? gimana tadinya? Ibarat kentut terus kabur, orang-orang ribut bau, dianya kagak ngerasa bau, bahkan raib. bercanda. :)

Selain terpicu untuk menjadi baik, ingat selalu bahwa Allah itu membenci orang-orang yang mengatakan apa yang tidak dia kerjakan. melarang ini, itu tapi dia melakukan, menyuruh ini,itu tapi dia tidak mengerjakan. Allah benci seperti itu. ini akan merangsang kita untuk tetap baik. Bukan berarti kita tidak harus menyampaikan kebaikan (Dakwah), karena takut kita tidak mengerjakannya, takut kita lalai, nanti dibenci Allah. Malah itu yang memicu kita untuk terus baik, betul ? Malahan Allah menyuruh kita untuk Amr Ma’ruf dan Nahy Munkar, menyampaikan kebaikan dan mencegah kemunkaran.

Berkumpul dengan orang-orang baik, buatlah jama’ah, gabung sama kelompok orang-orang baik, pasti akan senantiasa mengingatkan kita. Karen orang yang baik itu akan senantiasa saling mengingatkan. :-)

Semoga kita menjadi orang yang baik… artinya taat kepada Allah dan Rosulnya… Aamiin.. :-)